Nilai Strategis Baru Terasa Jika Tersambung hingga Riau
Meski demikian, Yosritzal mengingatkan agar masa depan pembangunan jalan tol di Sumbar tidak dinilai hanya berdasarkan pengalaman pada satu ruas. Menurutnya, nilai strategis jalan tol baru akan terasa ketika koridornya tersambung hingga Bukittinggi, Payakumbuh, bahkan Riau.
Ketika jaringan tersebut telah tersambung, penghematan waktu perjalanan diperkirakan menjadi lebih besar. Selain itu, biaya logistik dapat menurun dan hubungan ekonomi antara Sumbar dengan Riau semakin kuat.
Konektivitas yang lebih baik juga dapat mendukung distribusi berbagai komoditas dan aktivitas ekonomi masyarakat. Di antaranya distribusi hasil pertanian, perdagangan, pariwisata, hingga aktivitas masyarakat perantauan yang selama ini menjadi salah satu kekuatan ekonomi daerah.
Karena itu, pembangunan Tol Padang–Bukittinggi–Payakumbuh tidak semestinya hanya dipandang sebagai proyek pembangunan jalan. Koridor tersebut dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat konektivitas dan hubungan ekonomi antardaerah.
Namun, manfaat tersebut baru akan lebih optimal apabila jaringan jalan tol dapat terhubung secara utuh dengan kawasan-kawasan yang menjadi tujuan perjalanan masyarakat dan pusat kegiatan ekonomi.
Tol Bukan Satu-satunya Jawaban Transportasi Sumbar
Di tengah pembahasan mengenai pembangunan jalan tol, Yosritzal juga mengingatkan bahwa jalan tol bukan satu-satunya jawaban terhadap kebutuhan transportasi Sumbar.
Menurutnya, Sumbar memiliki sejarah panjang perkeretaapian yang pernah menjadi tulang punggung mobilitas masyarakat. Karena itu, reaktivasi jalur kereta api patut dipertimbangkan kembali sebagai bagian dari sistem transportasi yang terpadu.