Penelitian Jalan Tol Padang–Sicincin
Yosritzal mengatakan, penelitian yang dilakukannya mengenai pilihan masyarakat terhadap Jalan Tol Padang–Sicincin memberikan gambaran bahwa masyarakat pada dasarnya tidak menolak keberadaan jalan tol.
Penelitian tersebut dilakukan terhadap 225 pengguna mobil pribadi pada koridor Padang–Padang Panjang melalui Lembah Anai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keputusan masyarakat untuk menggunakan jalan tol sangat dipengaruhi oleh manfaat yang mereka rasakan.
Ketika penghematan waktu perjalanan dianggap sepadan dengan tarif yang harus dibayarkan, minat masyarakat menggunakan jalan tol meningkat. Sebaliknya, apabila manfaat yang diperoleh masih terbatas, banyak pengguna kendaraan tetap memilih menggunakan jalan non-tol.
Temuan tersebut dinilai cukup mudah dipahami karena Tol Padang–Sicincin saat ini masih merupakan bagian awal dari jaringan jalan tol yang lebih panjang.
Setelah keluar dari jalan tol, perjalanan menuju Padang Panjang, Bukittinggi, maupun Payakumbuh masih melewati ruas Lembah Anai. Kondisi tersebut menyebabkan penghematan waktu perjalanan yang dirasakan pengguna belum sebesar yang diharapkan.
Dalam situasi seperti itu, sebagian besar responden dalam penelitian menilai tarif sekitar Rp30.000 lebih sesuai dibandingkan tarif Rp50.500 yang disimulasikan dalam penelitian.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa keputusan masyarakat dalam menggunakan jalan tol tidak hanya dipengaruhi oleh keberadaan infrastruktur. Masyarakat juga akan mempertimbangkan seberapa besar manfaat yang benar-benar mereka peroleh dibandingkan biaya yang harus dikeluarkan.
Dengan demikian, keberadaan Tol Padang–Sicincin tidak serta-merta membuat seluruh pengguna kendaraan beralih dari jalan non-tol. Selama perjalanan setelah keluar dari jalan tol masih menghadapi ruas yang sama dan penghematan waktu belum signifikan, sebagian pengguna akan tetap melihat jalan non-tol sebagai pilihan yang lebih sesuai.