Video tersebut kemudian viral dan memunculkan dugaan arogansi oknum Polri. Namun, dugaan tersebut masih merupakan bagian dari pengakuan korban dan belum menjadi kesimpulan resmi mengenai kejadian.
Kombes Teddy Fanani sebelumnya telah memberikan tanggapan terkait video tersebut. Saat dikonfirmasi, Dirreskrimum Polda Sumbar itu mengatakan rekaman yang beredar tidak memperlihatkan kejadian secara utuh.
Menurut Teddy, video tersebut telah dipotong. Ia juga tidak menjelaskan lebih rinci mengenai kronologi dari versinya dan meminta agar konfirmasi dilakukan melalui Kabid Humas Polda Sumbar.
"Itu kejadian di daerah Lubuk Buaya, saya mau ke bandara (BIM). Videonya dipotong. Silakan satu pintu saja ke Buk Kabid Humas. Saya sudah jelaskan ke beliau dan ke Pak Wakapolda," singkat Teddy.
Dengan adanya keterangan tersebut, terdapat dua versi mengenai peristiwa yang kini menjadi perhatian. Pengendara mengaku dipukul dan mengalami kerusakan kacamata, sementara Teddy menyatakan video yang beredar telah dipotong.
Perbedaan keterangan tersebut kini menjadi bagian yang harus didalami oleh Propam Polda Sumbar.
Berdasarkan informasi awal yang diterima kepolisian, kejadian diduga bermula ketika sebuah mobil Toyota Innova berwarna merah melakukan manuver menyalip dari sisi kiri. Manuver tersebut disebut membahayakan salah seorang personel Polda Sumbar.
Namun, Kabid Humas menegaskan informasi tersebut masih menjadi materi penyelidikan. Dengan demikian, keterangan tersebut belum dapat dijadikan kesimpulan akhir mengenai kronologi maupun penyebab terjadinya cekcok.