Ia juga mempertanyakan tindakan yang menurut pengakuannya tidak sejalan dengan fungsi aparat sebagai penegak hukum sekaligus pengayom masyarakat.
“Katanya penegak hukum, kok penganiayaan, mana yang katanya mengayomi masyarakat itu, pak?,” tanya korban dalam unggahannya.
Video tersebut kemudian menjadi viral dan memunculkan sorotan publik. Dugaan arogansi oknum Polri pun menjadi salah satu isu yang ramai dibicarakan setelah rekaman tersebut beredar.
Namun, klaim tersebut belum dapat dianggap sebagai kesimpulan mengenai kejadian sebenarnya. Terlebih, terdapat penjelasan berbeda dari pihak Kombes Teddy Fanani.
Teddy Sebut Video Dipotong
Saat dikonfirmasi awak media, Teddy Fanani menyebut rekaman yang beredar di media sosial tidak menampilkan keseluruhan kejadian. Dirreskrimum Polda Sumbar itu mengatakan video tersebut telah dipotong.
Teddy juga tidak menjelaskan secara rinci kronologi kejadian berdasarkan versinya. Ia menyebut persoalan tersebut telah dijelaskan kepada Kabid Humas Polda Sumbar dan Wakapolda Sumbar.
“Itu kejadian di daerah Lubuk Buaya, saya mau ke bandara. Videonya dipotong. Silakan satu pintu saja ke Buk Kabid Humas. Saya sudah jelaskan ke beliau dan ke Pak Wakapolda,” singkat Teddy.