"Telepon itu ada penyadap atau perekamnya, sehingga kami bisa mengetahui apa yang disampaikan," terangnya.
Namun, pengoperasian wartelsus masih terkendala karena unitnya didatangkan dari Jakarta dan Pekanbaru, sementara teknisinya berada di Pekanbaru.
"Alatnya sudah terpasang dua bulan yang lalu, tetapi belum dioperasikan," tambah Junaidi.
Junaidi menjelaskan bahwa modus operandi penyelundupan barang terlarang ke dalam Lapas terus berkembang.
"Modus ini selalu berkembang, misalnya cara orang memasukkan barang ke dalam Lapas juga berkembang," ungkapnya.
Penyelundupan handphone sering terjadi dan terpantau oleh petugas, meskipun banyak kasus tidak dipublikasikan.
"Penyelundupan handphone itu sering terjadi dan sering terpantau. Namun, banyak yang tidak dipublikasikan," kata Junaidi.
Ia menambahkan bahwa ada dua orang petugas berprestasi yang berhasil menggagalkan penyelundupan barang terlarang ke dalam Lapas.