Oleh : Nurul Fadhilah Khair, M.Psi, Psikolog
Dosen Psikologi Klinis, Prodi Psikologi Islam, UIN Imam Bonjol Padang
Belakangan ini, wilayah Sumatera Barat (Sumbar), terutama kota Padang kerap menjadi perbincangan di kancah nasional.
Hal ini dikarenakan wilayah ini dicap sebagai salah satu wilayah yang memunculkan intoleransi di Indonesia.
Peristiwa penolakan terhadap rumah ibadah non-Muslim menjadi viral dan menimbulkan citra negatif terhadap ranah Minang.
Namun benarkah demikian? Jika kita telisik dari perspektif budaya dan psikologi klinis, generalisasi tersebut justru dapat menimbulkan tekanan secara sosial maupun secara mental.
Kebudayaan Minangkabau: Warisan Dialogis dan Inklusif
Secara luas orang Minang dikenal sebagai individu yang menjunjung tinggi prinsip musyawarah, kearifan lokal, dan keterikatan sosial berbasis keluarga.