Sumatera Barat: Toleransi Ala Minang dan Resiliensi Psikologis di Balik Isu Intoleransi

Photo Author
Administrator, Sumbardaily.com
- Minggu, 3 Agustus 2025 | 02:10 WIB
Ilustrasi keberagaman di Sumatera Barat. (Dok. Pribadi)
Ilustrasi keberagaman di Sumatera Barat. (Dok. Pribadi)


Oleh : Nurul Fadhilah Khair, M.Psi, Psikolog





Dosen Psikologi Klinis, Prodi Psikologi Islam, UIN Imam Bonjol Padang





Belakangan ini, wilayah Sumatera Barat (Sumbar), terutama kota Padang kerap menjadi perbincangan di kancah nasional.





Hal ini dikarenakan wilayah ini dicap sebagai salah satu wilayah yang memunculkan intoleransi di Indonesia.





Peristiwa penolakan terhadap rumah ibadah non-Muslim menjadi viral dan menimbulkan citra negatif terhadap ranah Minang.





Namun benarkah demikian? Jika kita telisik dari perspektif budaya dan psikologi klinis, generalisasi tersebut justru dapat menimbulkan tekanan secara sosial maupun secara mental.





Kebudayaan Minangkabau: Warisan Dialogis dan Inklusif





Secara luas orang Minang dikenal sebagai individu yang menjunjung tinggi prinsip musyawarah, kearifan lokal, dan keterikatan sosial berbasis keluarga.


Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Administrator

Tags

Terkini

Gunung dan Wisata Masa Depan

Jumat, 21 Agustus 2026 | 16:10 WIB

Jembatan Cinta-nya Rasuna Said

Senin, 3 Agustus 2026 | 20:18 WIB

Berani Jujur Hebat

Selasa, 28 Juli 2026 | 14:59 WIB

Nestapa Perundungan di Sekolah

Selasa, 28 Juli 2026 | 10:30 WIB

Lautaro Martínez dan Dua Asis Messi

Kamis, 16 Juli 2026 | 20:09 WIB

Meluruskan Kesalahan Fatal Jam Gadang

Sabtu, 6 Juni 2026 | 18:14 WIB
X