Penutup: Ranah yang Tidak Hilang Arahnya
Tulisan ini mengungkap bahwa wilayah Sumatera Barat sebagai wilayahnya Rang Minang bukanlah wilayah yang Intoleran, dimana wilayah ini adalah daerah yang dulu pernah dan saat ini sedang menghadapi berbagai tantangan sosial.
Kondisi ini cenderung sama seperti daerah-daerah lainnya di Indonesia, namun kekayaan budaya Minangkabau yang dalam, nilai-nilai keIslaman yang Inklusif serta struktur sosial yang kuat menjadi modal penting dalam menjaga ketahanan mental masyarakat Minangkabau.
Oleh karena itu dari perspektif psikologi Klinis, Masyarakat Minang yang hidup di sepanjang wilayah Sumatera Barat secara umum, menunjukkan bahwa resiliensi bukan hanya dimiliki oleh individu yang tangguh namun juga milik komunitas yang memiliki akar budaya dan spiritual yang mendalam.
Kita berharap bahwa pendekatan edukatif, dialogis yang berbasis empati bisa membantu terkikisnya stigma negatif, serta pulihnya trauma sehingga generasi muda Minangkabau bisa dibimbing untuk tetap menjunjung tinggi nilai yang terbuka, kuat dan penuh kasih sayang. (*)