berita

Kabut Asap Karhutla Ancam Pertanian, Satelit Bisa Petakan Wilayah Terdampak

Jumat, 16 Oktober 2026 | 19:04 WIB
Kondisi Kota Padang yang diselimuti kabut asap pada Rabu (14/10/2026) membuat pemerintah kota mengalihkan pembelajaran di sekolah menjadi jarak jauh atau daring (Foto: Rafdi Rahmadi/Sumbar Daily)



Meski demikian, informasi satelit perlu dilengkapi pengukuran di lapangan. Nilai AOD dapat menunjukkan besarnya pengaruh optik aerosol, tetapi tidak secara langsung mengukur jumlah cahaya yang diterima setiap tanaman, tingkat gangguan fotosintesis, ataupun besarnya kehilangan hasil panen.





Untuk mengetahui pengaruh tersebut, pemantauan atmosfer perlu dipadukan dengan pengukuran radiasi matahari, kondisi fisiologis tanaman, serta data pertumbuhan dan produksi pertanian. Informasi penggunaan lahan juga dibutuhkan untuk mengidentifikasi jenis komoditas yang berada di kawasan dengan paparan aerosol tinggi.





Dian menegaskan pentingnya kerja bersama dalam mengintegrasikan informasi tersebut agar pemantauan karhutla dapat memberikan gambaran yang lebih luas mengenai risiko bagi sektor pertanian.





“Pemerintah dan perguruan tinggi perlu mengintegrasikan pemantauan titik panas, aerosol, radiasi matahari, dan penggunaan lahan untuk mengidentifikasi kawasan pertanian berisiko,” tegasnya.





Integrasi data titik panas, AOD, arah angin, radiasi matahari, dan penggunaan lahan dapat membantu menghubungkan informasi mengenai sumber kebakaran, pergerakan aerosol, serta lokasi pertanian yang berpotensi terdampak. Hasil pemetaan tersebut tetap perlu ditindaklanjuti dengan pengamatan lapangan untuk menilai kondisi aktual tanaman.





Dengan pendekatan itu, pemantauan karhutla dapat mencakup aspek yang lebih luas daripada kerusakan vegetasi dan pencemaran udara. Perubahan kondisi atmosfer yang menyertai kebakaran juga dapat dikaji dalam kaitannya dengan keberlanjutan produksi pertanian dan ketahanan pangan. (*)


Halaman:

Tags

Terkini