Kabut Asap Karhutla Ancam Pertanian, Satelit Bisa Petakan Wilayah Terdampak

Photo Author
Administrator, Sumbardaily.com
- Jumat, 16 Oktober 2026 | 19:04 WIB
Kondisi Kota Padang yang diselimuti kabut asap pada Rabu (14/10/2026) membuat pemerintah kota mengalihkan pembelajaran di sekolah menjadi jarak jauh atau daring (Foto: Rafdi Rahmadi/Sumbar Daily)
Kondisi Kota Padang yang diselimuti kabut asap pada Rabu (14/10/2026) membuat pemerintah kota mengalihkan pembelajaran di sekolah menjadi jarak jauh atau daring (Foto: Rafdi Rahmadi/Sumbar Daily)



Awan pada umumnya memiliki batas yang relatif tegas, tekstur bergumpal, dan menutupi permukaan lahan. Sebaliknya, kabut asap cenderung membentuk selubung dengan batas yang tidak tegas. Sebarannya juga dapat memanjang mengikuti arah angin.





Pada kondisi kabut asap tipis, permukaan lahan masih bisa diamati melalui citra. Akan tetapi, warna permukaan terlihat lebih pucat dan kontrasnya berkurang dibandingkan kondisi ketika atmosfer lebih jernih.





Perbedaan visual tersebut dapat dianalisis menggunakan komposit True Color dari Sentinel-2 yang menggabungkan band B4, B3, dan B2. Kombinasi ini menyajikan kenampakan permukaan yang mendekati penglihatan manusia sehingga dapat membantu pengamatan awal terhadap kondisi wilayah.





Selain tampilan visual, karakteristik spektral juga menjadi pertimbangan. Aerosol berukuran halus umumnya lebih kuat menghamburkan cahaya pada panjang gelombang pendek, terutama pada band biru. Sementara itu, band inframerah dekat atau B8 serta inframerah gelombang pendek, yakni B11 dan B12, dapat digunakan untuk membantu membedakan respons spektral aerosol dan awan.





Sentinel-2 Level-2A turut menyediakan Scene Classification Layer (SCL). Lapisan ini dapat membantu mengidentifikasi awan dan bayangannya dalam citra satelit. Meski demikian, SCL belum menyediakan kelas khusus untuk kabut asap sehingga hasil klasifikasi tetap perlu ditafsirkan secara hati-hati.





Dian menekankan bahwa interpretasi citra tidak cukup hanya mengandalkan warna atau bentuk kenampakan. Analisis perlu diperkuat menggunakan data AOD MODIS, informasi titik panas dari satelit VIIRS, serta data arah angin.





“Interpretasi citra perlu diperkuat dengan AOD MODIS, titik panas (hotspot) VIIRS, serta informasi arah angin. Integrasi data tersebut membantu mengidentifikasi kemungkinan sumber kebakaran dan sebaran aerosol secara lebih meyakinkan,” katanya.





Penggabungan berbagai sumber data itu membantu peneliti menilai apakah peningkatan aerosol berpotensi berkaitan dengan kebakaran tertentu dan bagaimana partikel tersebut menyebar ke kawasan lain. Pendekatan ini juga penting untuk mengamati wilayah pertanian yang tidak mengalami kebakaran secara langsung, tetapi berada dalam jalur pergerakan asap.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Administrator

Tags

Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

X