berita

Saat Politik Masuk FYP: Gen Z dan Gen Alpha Jadi Sasaran Algoritma

Kamis, 1 Oktober 2026 | 09:06 WIB




Akibatnya, isu tersebut dipangkas atau dipoles menjadi bentuk yang lebih mudah dikonsumsi. Dalam kondisi tertentu, isu substantif bahkan dapat tergantikan oleh konten bergimik.





Politisi dapat mengikuti tren tarian, membuat challenge berhadiah, hingga menampilkan avatar tiga dimensi yang dirancang untuk masuk ke dunia gim.





Politik kemudian tidak lagi ditawarkan terutama sebagai gagasan, tetapi sebagai paket hiburan yang mudah dikonsumsi dan mudah dilupakan.





Secara teoretis, kondisi tersebut sejalan dengan konsep Ideological State Apparatuses yang dikembangkan Louis Althusser. Konsep tersebut menjelaskan bahwa penguasa tidak selalu membutuhkan kekerasan fisik untuk menanamkan pengaruh.





Institusi kebudayaan dan media dapat digunakan untuk menyebarkan ideologi secara halus tanpa selalu disadari oleh khalayaknya. Dalam konteks digital, algoritma dan platform konten pendek dapat berperan sebagai bentuk baru dari institusi ideologis tersebut.





Tanpa doktrinasi di ruang kelas, nilai dan citra politik dapat disisipkan melalui kebiasaan sehari-hari anak muda ketika menggulirkan layar ponsel.





Fungsi Politik Berisiko Mengalami Pendangkalan





Menurut Lusi, persoalan tersebut tidak berhenti pada perubahan format penyampaian pesan politik. Fungsi politik juga berpotensi mengalami pendangkalan ketika isu sosial terus-menerus disajikan melalui gimik lucu dan konten hiburan.


Halaman:

Tags

Terkini