Saat Politik Masuk FYP: Gen Z dan Gen Alpha Jadi Sasaran Algoritma

Photo Author
Administrator, Sumbardaily.com
- Kamis, 1 Oktober 2026 | 09:06 WIB


Sumbardaily.com – Politik kini tidak selalu hadir melalui debat formal, pidato panjang, atau dokumen kebijakan yang tebal. Di tengah dominasi media sosial, politik justru dapat muncul hanya dalam hitungan belasan detik melalui video pendek di linimasa pengguna.





Fenomena itu terlihat ketika pengguna membuka TikTok untuk mencari hiburan, tetapi justru menemukan video politisi berjoget dengan sound yang sedang viral atau konten a day in my life yang dikemas secara personal. Bagi generasi muda, khususnya Gen Z dan Gen Alpha, pola tersebut membuat politik semakin dekat dengan keseharian sekaligus sulit dikenali sebagai bagian dari kampanye politik.





Dosen Departemen Ilmu Politik Universitas Andalas (Unand), Lusi Puspika Sari, menyoroti perubahan tersebut melalui fenomena yang dapat disebut sebagai politik 15 detik. Menurutnya, For You Page (FYP) generasi muda perlahan menjadi salah satu ruang kampanye politik yang efektif, meski kemunculannya kerap tidak terasa seperti kampanye.





Politik yang sebelumnya identik dengan perdebatan formal dan bahasa kebijakan kini dikemas menjadi konten pendek. Gimik kocak, penyuntingan cepat, bahasa santai, hingga tren media sosial digunakan untuk membangun kesan dekat dengan anak muda.





Persoalannya bukan semata-mata mengenai upaya politisi untuk tampil lebih membumi. Ada mekanisme algoritma yang membuat konten tersebut dapat diarahkan kepada pengguna berdasarkan jejak digital dan kebiasaan mereka di platform.





Sosiolog Shoshana Zuboff melalui The Age of Surveillance Capitalism (2019) telah mengingatkan bahwa sistem digital tidak hanya merekam kebiasaan pengguna. Sistem tersebut dirancang untuk memprediksi sekaligus memodifikasi perilaku demi kepentingan modal dan kekuasaan.





Ketika logika tersebut masuk ke ranah politik, menurut Lusi, terjadi proses komodifikasi. Anak muda tidak lagi semata-mata disapa sebagai warga negara yang kritis, tetapi dapat diperlakukan seperti target konsumen yang emosi dan seleranya diarahkan melalui penargetan algoritmik.


Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Administrator

Tags

Terkini

X