Sumbardaily.com – Pembangunan Flyover Sitinjau Lauik kembali menjadi sorotan setelah munculnya gangguan terhadap proyek strategis nasional tersebut. Insiden yang sempat viral dalam beberapa hari terakhir mendorong Wakil Ketua Komisi VI DPR RI dari Fraksi Gerindra, Andre Rosiade, turun langsung meninjau lokasi pembangunan di Panorama I, Lubuk Kilangan, Kota Padang, guna memastikan kondisi proyek sekaligus mendengarkan penjelasan dari pihak pelaksana.
Kunjungan yang berlangsung pada Senin (8/6/2026) itu menjadi bentuk perhatian serius terhadap kelangsungan pembangunan infrastruktur yang dinilai sangat penting bagi masyarakat Sumatera Barat. Andre hadir bersama Kepala Seksi Preservasi Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumatera Barat (Sumbar), Siska Martha Sari. Kedatangan rombongan disambut langsung oleh Direktur PT Hutama Panorama Sitinjau Lauik (HPSL), Michael Arthur Paulus Rumenser. Sejumlah perwira dari Polda Sumbar juga terlihat hadir dalam peninjauan tersebut.
Dalam kesempatan itu, Andre menegaskan bahwa negara tidak boleh tunduk terhadap berbagai tindakan yang berpotensi menghambat pembangunan, terlebih proyek yang sedang berjalan merupakan salah satu proyek strategis nasional yang memiliki manfaat besar bagi masyarakat luas.
Menurut Andre, kunjungan tersebut dilakukan setelah dirinya menerima informasi mengenai adanya hambatan yang kembali dialami oleh pihak pelaksana proyek. Karena itu, ia merasa perlu melihat secara langsung situasi di lapangan agar memperoleh gambaran yang utuh terkait persoalan yang terjadi.
"Kedatangan saya hari ini karena kita mendengar ada hambatan yang dialami oleh Hutama Karya atau HPSL sebagai pelaksana pembangunan Flyover Sitinjau Lauik. Karena itu saya ingin melihat langsung kondisi di lapangan dan mendengar penjelasan dari pihak pelaksana proyek," kata Andre.
Gangguan terhadap pembangunan Flyover Sitinjau Lauik sebenarnya bukan kali pertama terjadi. Andre mengungkapkan bahwa persoalan serupa pernah muncul sebelumnya dan berdampak terhadap progres pekerjaan di lapangan. Akibat gangguan tersebut, proyek bahkan sempat mengalami keterlambatan sekitar satu setengah bulan.
Meski demikian, Andre mengapresiasi langkah cepat yang sebelumnya dilakukan aparat kepolisian dalam mengendalikan situasi sehingga aktivitas pembangunan dapat kembali berjalan sebagaimana mestinya.