"Saat itu sedang dilakukan pengukuran lokasi disposal antara pihak KAN Lubuk Kilangan dengan HK. Kemudian yang bersangkutan datang ke lokasi dan terjadi gangguan terhadap aktivitas yang sedang berlangsung," katanya.
Untuk mencegah terulangnya kejadian serupa, Polda Sumbar berencana meningkatkan pengamanan di kawasan proyek. Langkah tersebut dilakukan agar seluruh aktivitas pembangunan dapat berlangsung dengan aman serta tidak terganggu oleh pihak-pihak yang berupaya menghambat pekerjaan.
"Rencananya akan ada penambahan personel pengamanan sementara agar aktivitas pembangunan dapat berjalan lebih aman dan lancar," lanjutnya.
Flyover Sitinjau Lauik sendiri merupakan salah satu proyek strategis nasional yang diharapkan mampu meningkatkan keselamatan pengguna jalan sekaligus memperlancar arus transportasi pada jalur Padang-Solok. Infrastruktur ini juga dirancang untuk mengurangi risiko kecelakaan di salah satu ruas jalan yang selama ini dikenal sebagai jalur paling ekstrem di Sumbar.
Dengan progres pembangunan yang terus berjalan, Andre Rosiade menegaskan bahwa seluruh pihak perlu memberikan dukungan terhadap penyelesaian proyek tersebut. Menurutnya, keberhasilan pembangunan Flyover Sitinjau Lauik bukan hanya menyangkut penyelesaian sebuah proyek infrastruktur, melainkan juga berkaitan dengan kepentingan masyarakat luas yang akan merasakan manfaatnya dalam jangka panjang. (*)