Banjir Padang Berulang, Pakar Unand Ungkap Peran Pegunungan dan Sedimen

Photo Author
Administrator, Sumbardaily.com
- Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:34 WIB
Banjir merendam kawasan perumahan Lumin Park, Sabtu (10/10/2026). (Foto: Instagram/sitinjau_lauik)
Banjir merendam kawasan perumahan Lumin Park, Sabtu (10/10/2026). (Foto: Instagram/sitinjau_lauik)



Pertimbangan tersebut penting dalam pengelolaan permukiman karena ancaman banjir tidak hanya ditentukan oleh kondisi pada saat cuaca normal. Aliran dari daerah tangkapan yang lebih luas dapat memengaruhi kawasan rendah ketika debit sungai meningkat.





Selain pengelolaan fisik wilayah, Dian menekankan pentingnya pengembangan sistem peringatan dini yang memanfaatkan informasi curah hujan dan tinggi muka air sungai.





Pemantauan kedua parameter itu dapat menjadi bagian dari upaya mengenali perubahan kondisi yang berpotensi meningkatkan ancaman banjir. Informasi yang tersedia perlu dihubungkan dengan kondisi lapangan agar dapat mendukung identifikasi kawasan rawan dan penentuan prioritas penanganan.





Integrasi data Demnas, Global Precipitation Measurement (GPM), citra Sentinel-2, serta hasil pengamatan lapangan juga dapat membantu memperkuat analisis. Masing-masing sumber informasi dapat digunakan untuk memahami aspek berbeda, mulai dari bentuk permukaan bumi hingga kondisi curah hujan dan perubahan tutupan lahan.





Melalui penggabungan berbagai data tersebut, penilaian terhadap wilayah rawan banjir dapat dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi hulu, jaringan sungai, dan kawasan permukiman yang berada di hilir.





Probabilitas Banjir Berulang Membutuhkan Data Jangka Panjang





Meskipun banjir telah terjadi lebih dari sekali di kawasan yang sama, kemungkinan terulangnya peristiwa tersebut tidak dapat ditentukan hanya dengan melihat riwayat kejadian sebelumnya.





Dian menjelaskan, penghitungan probabilitas banjir membutuhkan data curah hujan dan debit sungai dalam jangka panjang. Data tersebut perlu dianalisis menggunakan pemodelan hidrologi dan hidraulika untuk menilai bagaimana hujan menghasilkan aliran serta bagaimana air bergerak melalui jaringan sungai.





Riwayat banjir tetap penting sebagai bahan kajian, tetapi belum cukup untuk menghasilkan persentase kemungkinan kejadian berikutnya. Analisis perlu mempertimbangkan hubungan antara hujan, respons daerah tangkapan, kondisi alur sungai, dan karakteristik wilayah yang berpotensi terdampak.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.
Halaman:

Editor: Administrator

Tags

Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

X