Material Tanah dan Batu Berpotensi Memperbesar Dampak Banjir
Selain volume air, material yang terbawa arus juga menjadi perhatian dalam memahami banjir di Padang. Dian menjelaskan, aliran dari kawasan pegunungan dapat mengangkut berbagai jenis material, mulai dari tanah hingga batuan.
Material sedimen tersebut dapat berasal dari beberapa proses alam maupun aktivitas yang memengaruhi permukaan tanah. Sumbernya antara lain erosi di permukaan lahan, longsoran lereng, pengikisan tebing sungai, serta pengangkatan kembali endapan yang sebelumnya berada di dasar sungai.
Ketika energi aliran meningkat, air mampu membawa material dengan ukuran yang lebih besar. Pasir, kerikil, bahkan bongkah batu dapat bergerak mengikuti arus menuju bagian hilir.
Sebaliknya, ketika kecepatan aliran menurun, sebagian material yang terbawa air dapat mengendap. Proses pengangkutan dan pengendapan tersebut berpotensi mengubah kondisi fisik alur sungai dari waktu ke waktu.
Endapan yang menumpuk dapat memengaruhi bentuk penampang sungai dan mengurangi ruang yang tersedia untuk mengalirkan air. Jika kapasitas alur berkurang, air berpotensi lebih mudah meluap ketika debit meningkat kembali.
Pengamatan setelah banjir Oktober 2026 menemukan material kasar di sekitar alur sungai Lumin Park. Temuan tersebut memperlihatkan pentingnya memperhitungkan proses transportasi sedimen dalam mengkaji kejadian banjir di kawasan itu.
Meski demikian, temuan material kasar belum cukup untuk memastikan seberapa besar kontribusinya terhadap banjir. Volume sedimen, asal material, serta tingkat pendangkalan sungai masih memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.