Angka tersebut naik 0,15 persen dibandingkan NTP pada bulan sebelumnya.
Peningkatan NTP terjadi karena Indeks Harga yang Diterima Petani (It) mengalami kenaikan sebesar 0,95 persen. Kenaikan tersebut lebih tinggi dibandingkan peningkatan Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) yang tercatat sebesar 0,79 persen.
Secara umum, kenaikan NTP dipengaruhi oleh peningkatan pada subsektor tanaman perkebunan rakyat dan peternakan.
Namun, tidak semua subsektor mengalami kenaikan. Subsektor tanaman pangan, hortikultura, dan perikanan justru mengalami penurunan.
Selain NTP, Nilai Tukar Usaha Petani (NTUP) Sumatera Barat pada September 2026 juga mengalami peningkatan. NTUP tercatat sebesar 139,19 atau naik 0,91 persen dibandingkan bulan sebelumnya.
Kenaikan NTUP tersebut dipengaruhi peningkatan harga hasil produksi petani sebesar 0,95 persen. Angka itu lebih tinggi dibandingkan kenaikan harga pada penambahan barang modal yang hanya sebesar 0,04 persen.
Kunjungan wisman melonjak pada Agustus
Sementara itu, sektor pariwisata Sumatera Barat juga menunjukkan pergerakan yang berbeda pada Agustus 2026. Jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang masuk melalui Bandara Internasional Minangkabau (BIM) mencapai 10.217 kunjungan.