Sumbardaily.com - Pergerakan harga pangan menjadi sorotan dalam perkembangan ekonomi Sumatera Barat pada September 2026. Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Barat mencatat inflasi bulanan mencapai 0,60 persen, dengan kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang terbesar.
Secara tahunan, inflasi Sumatera Barat pada September 2026 tercatat 3,50 persen. Sementara jika dihitung sejak awal tahun, inflasi mencapai 1,83 persen.
BPS Sumatera Barat menyebut kenaikan harga pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi faktor utama yang mendorong inflasi bulanan tersebut.
"Kelompok makanan, minuman dan tembakau menjadi penyumbang utama terjadinya inflasi M-to-M di Sumatera Barat," demikian keterangan BPS Sumatera Barat, dikutip Jumat (2/10/2026).
Kelompok tersebut mengalami inflasi sebesar 1,77 persen dan memberikan andil sebesar 0,59 persen terhadap inflasi umum Sumatera Barat pada September 2026.
Sejumlah komoditas pangan menjadi pendorong utama. Komoditas tersebut antara lain cabai merah, daging ayam ras, beras, serta ikan cakalang atau sisik.
Kenaikan harga tersebut terjadi ketika seluruh wilayah cakupan Indeks Harga Konsumen (IHK) di Sumatera Barat mencatat inflasi secara bulanan. Empat wilayah yang menjadi cakupan IHK, yakni Kabupaten Dharmasraya, Kabupaten Pasaman Barat, Kota Padang, dan Kota Bukittinggi, seluruhnya mengalami kenaikan harga pada September.