Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni sebelumnya turun langsung ke Sumatera Selatan pada Kamis (17/9). Selain meninjau penanganan karhutla, kunjungan tersebut juga menyasar kondisi habitat gajah di Suaka Margasatwa Padang Sugihan.
Raja Juli meninjau Pusat Konservasi Gajah (PKG) Jalur 21 di kawasan Suaka Margasatwa Padang Sugihan. Kawasan tersebut menjadi perhatian karena merupakan salah satu kantong penting Gajah Sumatra.
Di PKG Jalur 21 terdapat 29 gajah binaan. Berdasarkan hasil pemantauan, seluruh gajah tersebut masih dalam kondisi baik dan belum mengalami gangguan kesehatan akibat paparan asap karhutla.
Pemantauan terhadap satwa menjadi bagian dari penanganan karhutla karena dampak kebakaran tidak hanya berkaitan dengan luasan area yang terbakar dan kualitas udara, tetapi juga keberlangsungan habitat serta keselamatan satwa liar.
Kementerian Kehutanan menjelaskan, "hotspot merupakan indikasi anomali suhu permukaan yang terdeteksi satelit dan tidak serta-merta berarti satu kejadian kebakaran." Ristianto dikutip Sabtu (19/9/2026).
Dalam penjelasan tersebut, satu kejadian kebakaran dapat menghasilkan beberapa hotspot. Karena itu, setiap indikasi yang terdeteksi satelit tetap membutuhkan verifikasi melalui pengecekan langsung dan pencocokan dengan kondisi aktual di lapangan.
Pengendalian karhutla saat ini melibatkan Manggala Agni Kementerian Kehutanan bersama TNI, Polri, BNPB, BMKG, BPBD, pemerintah daerah, masyarakat, dunia usaha, serta para pihak lainnya.
Operasi dilakukan melalui sejumlah kegiatan, mulai dari patroli, groundcheck, pemadaman langsung, penyekatan penjalaran api, mopping up, pembasahan, sampai pendinginan. Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah api meluas sekaligus memastikan titik yang telah ditangani tidak kembali terbakar.