Sumbardaily.com - Sumatera Selatan menjadi wilayah yang mendapat perhatian serius dalam pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) setelah jumlah hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi atau high confidence meningkat menjadi 184 titik.
Angka tersebut menjadi yang tertinggi di antara enam provinsi prioritas pemantauan karhutla. Pada pemantauan sebelumnya, hotspot high confidence di Sumatera Selatan tercatat 123 titik. Kenaikan itu membuat patroli, pengecekan lapangan atau groundcheck, pemadaman, pembasahan, hingga pendinginan terus diperkuat.
Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerja Sama Luar Negeri Kementerian Kehutanan Ristianto Pribadi mengatakan pemantauan secara nasional menunjukkan terdapat 475 hotspot high confidence. Jumlah itu turun tipis dibandingkan sehari sebelumnya yang mencapai 479 titik. Ristianto dikutip Sabtu (19/9/2026).
Data tersebut berasal dari SiPongi Kementerian Kehutanan dengan sumber pemantauan satelit NASA Terra/Aqua, SNPP, dan NOAA-20. Hingga Kamis (17/9/2026) pukul 21.05 WIB, Sumatera Selatan menjadi provinsi dengan jumlah hotspot high confidence terbanyak di antara enam wilayah prioritas.
Selain Sumatera Selatan, hotspot juga terpantau di sejumlah provinsi lain. Kalimantan Tengah mencatat 61 titik, turun dari 102 titik. Kalimantan Barat mencapai 30 titik, naik dari 21 titik. Sementara Jambi tercatat 15 titik, meningkat dari 12 titik.
Kemudian Kalimantan Selatan memiliki lima hotspot, turun dari 11 titik. Kondisi berbeda terlihat di Riau yang pada pemantauan terakhir tidak mencatat hotspot high confidence atau berada di angka nol, turun dari 11 titik sehari sebelumnya.
Perbedaan perkembangan tersebut membuat penanganan karhutla dilakukan berdasarkan kondisi aktual di setiap wilayah. Sumatera Selatan menjadi salah satu wilayah yang mendapat penguatan pengendalian, sedangkan perkembangan di Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan terutama Riau menunjukkan penurunan jumlah hotspot pada pemantauan terakhir.