Rencana Bypass 6,5 Km Tol Sicincin–Bukittinggi, Trase Sudah Ada tapi Perlu Ditingkatkan

Photo Author
Administrator, Sumbardaily.com
- Jumat, 18 September 2026 | 23:23 WIB
Tol Padang–Sicincin salah satu Proyek Strategis Nasional (Foto: Hutama Karya)
Tol Padang–Sicincin salah satu Proyek Strategis Nasional (Foto: Hutama Karya)



Dialog dengan Masyarakat Jadi Bagian Penting





Andre menegaskan pembangunan bypass dan konektivitas tol harus tetap menjaga keterhubungan kampung dan nagari. Ia meminta proses pembahasan dengan masyarakat terus dilanjutkan agar rencana pembangunan dapat menemukan formula yang bisa diterima sekaligus dilaksanakan secara teknis.





Pembahasan tersebut mencakup kepastian trase, akses keluar tol, kebutuhan masyarakat, serta perhatian terhadap tanah ulayat dan lahan produktif.





Dengan demikian, rencana bypass 6,5 kilometer dari Pasar Amor menuju Simpang Taluak tidak hanya diposisikan sebagai infrastruktur pendukung exit tol. Jalur tersebut juga diproyeksikan menjadi akses alternatif bagi masyarakat yang tidak menggunakan tol sekaligus membantu menghindari penumpukan kendaraan di kawasan Padang Luar.





Tol Bukittinggi-Sicincin 39,6 Kilometer





Dalam paparan Hutama Karya, ruas Tol Bukittinggi-Sicincin memiliki panjang sekitar 39,6 kilometer. Jalan tol tersebut dirancang dengan kecepatan 80 kilometer per jam.





Materi sosialisasi juga mencantumkan kajian CORE Indonesia 2024 mengenai proyeksi manfaat pembangunan ruas tersebut. Berdasarkan kajian itu, pembangunan Tol Bukittinggi-Sicincin diproyeksikan memberikan penghematan jarak tempuh sebesar 8,88 persen.





Selain penghematan jarak, pembangunan ruas tersebut juga diproyeksikan dapat memangkas waktu perjalanan hingga 55,91 persen.





Dengan adanya tol serta rencana akses non-tol berupa bypass, konektivitas kawasan di sekitar Agam diharapkan memiliki lebih banyak pilihan jalur. Bypass dari kawasan exit tol Pasar Amor menuju Simpang Taluak menjadi salah satu bagian yang kini dibahas bersama pemerintah, Hutama Karya, pemerintah nagari, dan masyarakat.





Pembahasan lanjutan mengenai trase menjadi penting agar pembangunan dapat berjalan dengan mempertimbangkan kebutuhan konektivitas sekaligus kondisi masyarakat di sekitar jalur. Di sisi lain, manfaat ekonomi yang diharapkan dari konektivitas baru juga menjadi salah satu pertimbangan dalam mendorong pembangunan akses tersebut. (*)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Administrator

Tags

Rekomendasi

Terkini

X