Sementara itu, Riau masih berada dalam kondisi nihil hotspot high confidence. Artinya, tidak terdapat titik dengan tingkat kepercayaan tinggi yang terdeteksi di provinsi tersebut berdasarkan data yang digunakan Kementerian Kehutanan.
Di wilayah Kalimantan, Kalimantan Tengah mengalami penurunan paling besar di antara enam provinsi prioritas. Jumlah hotspot high confidence turun dari 197 titik menjadi 89 titik.
Kalimantan Barat juga menunjukkan perkembangan serupa. Hotspot di wilayah itu turun dari 91 titik menjadi hanya 14 titik.
Namun, kondisi berbeda terjadi di Kalimantan Selatan. Jumlah hotspot high confidence justru meningkat dari tujuh titik menjadi 28 titik.
Perbedaan perkembangan tersebut membuat pengawasan tetap dilakukan meskipun secara umum terdapat penurunan signifikan di sejumlah wilayah. Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat menjadi daerah dengan perkembangan cukup positif, sedangkan Kalimantan Selatan dan Jambi masih mendapat perhatian dalam patroli serta verifikasi lapangan.
Kementerian Kehutanan mengingatkan masyarakat agar tidak menyamakan begitu saja hotspot dengan kejadian kebakaran. Hotspot merupakan indikasi anomali suhu permukaan yang terdeteksi melalui satelit.
“Hotspot merupakan indikasi anomali suhu permukaan yang terdeteksi satelit dan tidak serta-merta menunjukkan satu kejadian kebakaran,” dikutip dari Kemenhut Selasa (15/9/2026).
Dalam penjelasan tersebut, satu kejadian kebakaran bahkan dapat terdeteksi sebagai beberapa hotspot. Karena itu, setiap indikasi yang muncul dari pemantauan satelit tetap harus diperiksa melalui groundcheck dan dibandingkan dengan kondisi aktual di lapangan.