Karhutla Nasional: Sumsel Catat 35 Hotspot, Riau 15 Titik, Kalimantan Barat Tertinggi

Photo Author
Administrator, Sumbardaily.com
- Jumat, 11 September 2026 | 19:10 WIB
Ilustrasi kebakaran hutan. (Foto: Kemenhut)
Ilustrasi kebakaran hutan. (Foto: Kemenhut)




Pengerahan armada udara tidak dilakukan secara tetap pada satu wilayah. Penggunaannya disesuaikan dengan perkembangan hotspot, hasil verifikasi di lapangan, kondisi kebakaran, serta keadaan meteorologis.





Operasi Modifikasi Cuaca juga tetap disiagakan. Upaya ini dilakukan dengan memanfaatkan potensi awan yang memungkinkan terbentuknya hujan sehingga dapat membantu proses pembasahan lahan.





Perhatian khusus diberikan pada wilayah lahan gambut. Bara api di kawasan gambut dapat tetap bertahan di bawah permukaan meskipun kobaran api tidak lagi terlihat. Karena itu, proses pembasahan dan pendinginan terus dilakukan sebagai bagian dari pengendalian karhutla.





Selain jumlah hotspot dan kondisi kebakaran, kualitas udara menjadi indikator penting dalam penentuan prioritas penanganan. Pemantauan berbasis PM2,5 menunjukkan kualitas udara di Indonesia berada dalam kondisi yang beragam.





Sebagian besar wilayah berada pada kategori baik hingga sedang. Namun, sejumlah wilayah di Kalimantan masih berada pada kategori tidak sehat hingga sangat tidak sehat. Bahkan, terdapat sebagian area yang masuk kategori berbahaya.





Kondisi udara tidak sehat juga terpantau di sejumlah bagian wilayah Sumatera. Situasi tersebut menjadi perhatian karena dampak karhutla tidak hanya berkaitan dengan jumlah hotspot atau luasan area terbakar, tetapi juga asap yang dapat memengaruhi masyarakat dan aktivitas sehari-hari.





Gangguan akibat asap juga terlihat dari hasil pemantauan meteorologi penerbangan BMKG pada Rabu, 9 September 2026 siang. Pada sekitar pukul 12.47 WIB, jarak pandang di sejumlah wilayah prioritas tercatat masih terdampak asap.


Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.
Halaman:

Editor: Administrator

Tags

Rekomendasi

Terkini

X