Fokus HKA pada Manajemen Aset Infrastruktur
Setelah menjadi entitas yang menerima penggabungan, HKA tetap mempertahankan fokus bisnisnya pada pengelolaan aset infrastruktur.
Saat ini, HKA mengembangkan bisnis manajemen aset infrastruktur yang mencakup pengelolaan dan pemeliharaan berbagai aset transportasi. Fokus tersebut juga sejalan dengan visi perusahaan untuk menjadi Indonesia's Most Valuable Infrastructure Asset Management Company (IM-V-IAM).
Dengan demikian, penggabungan HKA dan TBKA diarahkan terutama pada penyederhanaan struktur perseroan dalam ekosistem Hutama Karya Group. Sementara dari sisi kegiatan usaha, HKA tetap menjalankan fungsi pengelolaan dan pemeliharaan aset infrastruktur transportasi.
Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari agenda penataan portofolio anak usaha yang dilakukan Hutama Karya Group secara bertahap. Penataan tersebut dijalankan sejalan dengan kebijakan pemerintah mengenai transformasi dan penataan ekosistem BUMN.
Di sisi operasional, perusahaan memastikan aktivitas yang telah berjalan tetap dilaksanakan. Pengguna jalan tol dan mitra kerja juga disebut tidak akan mengalami perubahan terhadap layanan yang saat ini berlangsung selama proses penggabungan dilakukan.
Dengan ditandatanganinya CMA, HKA dan TBKA memasuki tahapan berikutnya dalam proses penggabungan. Seluruh proses selanjutnya akan bergantung pada pemenuhan persyaratan pendahuluan serta persetujuan yang diwajibkan berdasarkan ketentuan hukum, termasuk keputusan RUPS masing-masing perseroan. (*)