Erupsi Anak Krakatau Bukan Akhir, Guru Besar Unand Ungkap 'Jam' Baru Pembentukan Tanah

Photo Author
Administrator, Sumbardaily.com
- Senin, 7 September 2026 | 20:08 WIB
Gunung Anak Krakatau erupsi pada Minggu (6/9/2026). (Foto: Kementerian ESDM)
Gunung Anak Krakatau erupsi pada Minggu (6/9/2026). (Foto: Kementerian ESDM)




Kondisi yang dinamis tersebut justru membuat kawasan Krakatau menjadi laboratorium alam yang menarik.





Penelitian Anak Krakatau 2018 Ungkap Fase Awal





Penelitian terhadap material erupsi Anak Krakatau 2018 memberikan kesempatan untuk melihat kondisi yang mendekati awal pembentukan tanah.





Sampel yang diambil sekitar dua hingga tiga bulan setelah erupsi masih memperlihatkan karakter material vulkanik yang sangat muda.





"Material tersebut didominasi mineral primer, terutama plagioklas, termasuk labradorit, serta gelas vulkanik. Mineral sekunder yang biasanya menjadi ciri tanah vulkanik yang telah berkembang, seperti alofan dan imogolit, praktis belum terbentuk," ujar Dian.





Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pembentukan tanah membutuhkan waktu. Material yang baru saja dikeluarkan gunung api belum langsung berubah menjadi tanah yang berkembang.





Meski demikian, material muda tersebut tetap menyimpan potensi kesuburan. Di dalam mineral vulkanik terdapat berbagai unsur seperti kalsium, magnesium, kalium, dan unsur lainnya.





Namun, keberadaan unsur tersebut belum berarti semuanya dapat langsung dimanfaatkan tanaman.


Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.
Halaman:

Editor: Administrator

Tags

Rekomendasi

Terkini

X