Mencari Rumah, Menemukan Diri: Membaca Simbol The Odyssey dari Perspektif Suluk

Photo Author
Administrator, Sumbardaily.com
- Kamis, 3 September 2026 | 23:54 WIB
Cover adaptasi terbaru film The Odyssey (Foto: Istimewa)
Cover adaptasi terbaru film The Odyssey (Foto: Istimewa)



Berbagai simbol dalam perjalanan pulangnya kemudian berpuncak pada satu nilai penting, yakni kesabaran dan keberserahdirian sebagai bentuk takwa.





Perjalanan Odysseus berlangsung selama 10 tahun. Ia tidak dapat mempersingkat waktu, memaksa keadaan, ataupun memilih jalan yang lebih mudah.





Yang dapat dilakukan hanyalah terus melangkah dan tetap fokus.





Kesabaran dalam The Odyssey bukan sikap pasif yang hanya menunggu nasib berubah. Kesabaran merupakan keteguhan untuk terus bergerak di tengah ketidakpastian.





Ketika hati ikhlas dan percaya, sikap tersebut justru mengantarkan Odysseus kembali pulang.





Pertumbuhan Manusia Membutuhkan Waktu





Dari film The Odyssey, dapat dilihat bahwa pertumbuhan sejati membutuhkan waktu. Jiwa tidak menjadi matang dalam semalam.





Kebijaksanaan lahir dari pengalaman yang berulang, kegagalan yang diterima dengan lapang dada, serta kesediaan untuk terus belajar.





Di situlah letak keabadian The Odyssey. Kisah tersebut bukan hanya cerita tentang Yunani kuno dan bukan sekadar cerita mengenai dewa-dewi serta monster mitologis.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.
Halaman:

Editor: Administrator

Tags

Rekomendasi

Terkini

X