Berbagai simbol dalam perjalanan pulangnya kemudian berpuncak pada satu nilai penting, yakni kesabaran dan keberserahdirian sebagai bentuk takwa.
Perjalanan Odysseus berlangsung selama 10 tahun. Ia tidak dapat mempersingkat waktu, memaksa keadaan, ataupun memilih jalan yang lebih mudah.
Yang dapat dilakukan hanyalah terus melangkah dan tetap fokus.
Kesabaran dalam The Odyssey bukan sikap pasif yang hanya menunggu nasib berubah. Kesabaran merupakan keteguhan untuk terus bergerak di tengah ketidakpastian.
Ketika hati ikhlas dan percaya, sikap tersebut justru mengantarkan Odysseus kembali pulang.
Pertumbuhan Manusia Membutuhkan Waktu
Dari film The Odyssey, dapat dilihat bahwa pertumbuhan sejati membutuhkan waktu. Jiwa tidak menjadi matang dalam semalam.
Kebijaksanaan lahir dari pengalaman yang berulang, kegagalan yang diterima dengan lapang dada, serta kesediaan untuk terus belajar.
Di situlah letak keabadian The Odyssey. Kisah tersebut bukan hanya cerita tentang Yunani kuno dan bukan sekadar cerita mengenai dewa-dewi serta monster mitologis.