Penanganan Mentawai Fast 01 melibatkan berbagai unsur. Kepala Kantor SAR Padang Abdul Malik, Kepala Seksi Operasi Kantor SAR Padang Hendri, serta jajaran Tim SAR Gabungan berada di lokasi untuk memantau proses evakuasi.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Padang Hendri Zulviton beserta jajaran juga hadir. Unsur TNI, Polri, nelayan dan sejumlah pihak lainnya ikut membantu proses penanganan dan pengamanan kapal.
Dari unsur kepolisian, Kapolresta Padang Kombes Apri Wibowo, Kasat Reskrim Polresta Padang Kompol Muhammad Yasin, Direktur Samapta Polda Sumbar AKBP Andre Anas, Kasubdit Dalmas Dit Samapta Polda Sumbar AKBP Efdar Roza serta Kabag Ops Dit Samapta Polda Sumbar AKBP Dedy turut berada di lokasi.
Kehadiran Tim SAR Gabungan dan unsur terkait menjadi penting mengingat proses penanganan berlangsung dalam kondisi cuaca buruk. Petugas harus memastikan kapal dapat ditarik dan diarahkan ke dermaga tanpa menimbulkan risiko tambahan bagi penumpang maupun personel yang terlibat.
Pasca insiden tersebut, operator mengambil keputusan untuk menghentikan sementara seluruh operasional Mentawai Fast. Riswan mengatakan pemeriksaan kedua armada diperkirakan berlangsung selama satu hingga dua minggu.
Fokus pemeriksaan antara lain bagian bawah kapal dan propeller Mentawai Fast 01 yang mengalami benturan dengan batu. Namun, Mentawai Fast 02 juga akan diperiksa meskipun kapal tersebut berfungsi membantu proses penarikan Mentawai Fast 01.
Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk kehati-hatian sebelum kedua kapal kembali mengangkut penumpang.