Dari Bambu Runcing hingga Peluru di Paha, Kisah Nawi Sang Veteran di Usia 104 Tahun

Photo Author
Administrator, Sumbardaily.com
- Jumat, 14 Agustus 2026 | 23:40 WIB



Bagi generasi penerus, tantangannya adalah menjaga nilai yang telah diperjuangkan generasi sebelumnya agar tidak hilang ditelan perubahan zaman.





Nawi telah melewati tiga zaman dalam hidupnya. Ia menyaksikan perubahan dari masa kolonial Belanda, pendudukan Jepang, perjuangan kemerdekaan, pergolakan setelah kemerdekaan, hingga kehidupan Indonesia di era yang serba digital.





Usianya boleh telah 104 tahun. Namun, pengalaman yang tersimpan dalam ingatannya membuat Nawi bukan sekadar seorang lelaki lanjut usia yang tinggal di Kota Padang. Ia adalah bagian dari perjalanan sejarah yang pernah dialami langsung.





Guratan usia di wajahnya menyimpan cerita tentang masa muda yang dipertaruhkan. Peluru yang masih bersarang di pahanya menjadi jejak fisik dari konflik yang pernah dilaluinya. Sementara falsafah hidup yang terus dipegang menunjukkan bagaimana seorang veteran memandang kehidupan setelah melewati perang dan kehilangan.





Dari Nawi, kemerdekaan dapat dilihat bukan hanya sebagai perayaan setiap 17 Agustus. Kemerdekaan adalah hasil dari pengorbanan manusia yang pernah memberikan tenaga, keberanian, darah, air mata, bahkan masa muda mereka.





Kini, tugas generasi penerus bukan lagi mengangkat bambu runcing seperti yang dilakukan Nawi dan kawan-kawannya. Tugas itu berganti menjadi menjaga persatuan, merawat kebersamaan, membantu sesama, serta memastikan nilai perjuangan tidak padam oleh perubahan zaman.





Di usia 104 tahun, Nawi masih menyimpan pesan sederhana: apa yang telah diperjuangkan dengan pengorbanan besar tidak boleh dianggap sebagai sesuatu yang datang dengan cuma-cuma. (*)


Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.
Halaman:

Editor: Administrator

Tags

Rekomendasi

Terkini

X