Dari Bambu Runcing hingga Peluru di Paha, Kisah Nawi Sang Veteran di Usia 104 Tahun

Photo Author
Administrator, Sumbardaily.com
- Jumat, 14 Agustus 2026 | 23:40 WIB




Penderitaan itu menjadi bagian dari perjalanan panjang yang harus dilaluinya sebelum Indonesia benar-benar terbebas dari penjajahan. Setelah Jepang meninggalkan Indonesia, perjuangan kemerdekaan masih berlangsung dalam masa-masa yang genting.





Perang melawan Belanda kemudian terus berjalan hingga sekitar 1950, ketika Belanda akhirnya benar-benar hengkang. Namun, berakhirnya periode tersebut tidak serta-merta membuat perjalanan Nawi sebagai pejuang berhenti.





Peluru yang Masih Bersarang di Paha





Memasuki akhir dekade 1950-an, pergolakan daerah kembali terjadi. Pada 1957, ketika konflik saudara berkecamuk, tubuh Nawi kembali menjadi saksi kerasnya peperangan.





Sebuah peluru menembus pahanya.





Berbeda dengan luka yang biasanya diupayakan untuk segera disembuhkan dengan mengeluarkan benda asing dari tubuh, peluru yang bersarang di paha Nawi justru tetap berada di sana hingga usianya kini mencapai 104 tahun.





Dokter pernah menyarankan agar peluru tersebut diangkat melalui operasi. Namun, Nawi menolak.





"Waktu itu saya tertembak di paha. Dokter sudah menyarankan untuk operasi dikeluarkan, tapi saya tidak mau. Lagipula tidak terasa sakit lagi," ucapnya sembari tersenyum tipis.


Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.
Halaman:

Editor: Administrator

Tags

Rekomendasi

Terkini

X