Dari Bambu Runcing hingga Peluru di Paha, Kisah Nawi Sang Veteran di Usia 104 Tahun

Photo Author
Administrator, Sumbardaily.com
- Jumat, 14 Agustus 2026 | 23:40 WIB



Peluru itu akhirnya menjadi bagian dari perjalanan hidupnya. Ia bukan sekadar benda yang tertinggal akibat perang, melainkan semacam penanda fisik dari masa yang pernah dilaluinya.





Puluhan tahun berlalu sejak peluru itu menembus tubuhnya. Namun, benda tersebut masih menjadi bagian dari tubuh Nawi sampai sekarang.





Kehilangan yang Tak Menghapus Kebaikan





Menembus usia 104 tahun juga berarti melewati begitu banyak peristiwa kehidupan. Nawi tidak hanya kehilangan masa muda di tengah pergolakan dan peperangan. Ia juga harus menghadapi kehilangan orang-orang terdekat.





Dua istrinya telah meninggal dunia. Dari delapan anak yang dimilikinya, lima di antaranya juga telah berpulang kepada Sang Pencipta.





Kehilangan tersebut tidak membuat Nawi kehilangan kehangatan dalam menjalani kehidupan. Ia tetap dikenal sebagai sosok yang memegang teguh prinsip untuk tidak menyakiti orang lain dan senantiasa membantu sesama.





Prinsip itu pula yang diyakininya menjadi salah satu pegangan dalam menjalani hidup hingga usia lebih dari satu abad.





"Saya tidak ingin menyakiti orang lain, saya selalu ingin membantu kawan. Jiwa itu yang selalu saya tanamkan," ungkap veteran Golongan A tersebut.





Nawi juga tercatat sebagai penerima tiga penghargaan Satyalancana pada era Presiden Soeharto dan Megawati Soekarnoputri.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.
Halaman:

Editor: Administrator

Tags

Rekomendasi

Terkini

X