Namun demikian, ia mengingatkan agar perbedaan tersebut tidak menjadi sumber perpecahan di tengah masyarakat. Sebaliknya, hal itu harus disikapi sebagai bagian dari dinamika keilmuan dalam Islam.
“Ini wilayah ijtihad. Yang penting bagaimana kita menyikapinya dengan bijak,” ujarnya.
Dengan adanya perbedaan metode antara hisab dan rukyat, masyarakat diimbau untuk tetap saling menghormati dalam menyikapi perbedaan penetapan Hari Raya Idul Fitri 2026. (*)