“Kita tidak ingin ada lagi cerita anak sekolah harus memanjat bukit atau mencari titik sinyal. Ini era di mana akses internet adalah kebutuhan dasar,” ujar Braditi Moulevey, Selasa (12/8/2025).
Malam harinya, mereka menghadiri ramah tamah bersama Bupati Dharmasraya dan para penerima beasiswa Program Indonesia Pintar (PIP).
Moulevey terlihat akrab berbincang dengan para pelajar, menyemangati mereka untuk terus belajar. Menurutnya, investasi pada pendidikan akan menjadi pondasi pembangunan jangka panjang.
Pada Senin (11/8/2025), rombongan bertolak ke Sijunjung. Pagi itu dimulai dengan kunjungan ke Gedung Pusat Kebudayaan Sawahlunto bersama Wali Kota setempat. Gedung ini adalah simbol upaya melestarikan sejarah dan budaya kota tambang tua itu.
Siang harinya, agenda bergeser ke peresmian beberapa BTS di Silongo, Pasilihan, dan Kotaluo, Kabupaten Sijunjung dan Kabupaten Solok.
Setiap lokasi diresmikan dengan harapan yang sama, memperkecil kesenjangan digital antara kota dan desa. Braditi Moulevey menekankan, pembangunan jaringan telekomunikasi akan menjadi faktor pendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
“UMKM bisa memasarkan produknya lebih luas. Petani bisa mengakses informasi harga. Anak-anak bisa belajar tanpa hambatan. Semua ini hanya mungkin jika internet tersedia,” jelasnya.
Pada Selasa (12/8/2025), menjadi hari yang padat di Kota Padang. Rombongan mengawali kegiatan dengan meninjau Dapur MBG di Ujung Gurun, sebuah program sosial yang menyediakan makanan bagi masyarakat yang membutuhkan.