Di Sumatera Barat, kehadiran hulu migas menunjukkan bahwa pengelolaan sumber daya bisa menjadi jalan menuju kemandirian daerah, asal dijalankan dengan prinsip kolaborasi dan keterbukaan.
Industri boleh datang dan pergi, tapi ilmu dan semangat yang ditinggalkan harus tinggal.
Semangat inilah yang membuat penulis percaya bahwa nilai sejati dari industri hulu migas bukan hanya minyak atau gas yang diambil dari bumi, tapi manusia yang tumbuh bersama prosesnya.
Sebagai jurnalis dan anak daerah, saya melihat bahwa Sumatera punya potensi luar biasa untuk menjadi contoh pengelolaan energi berbasis kearifan lokal.
Potensi alam yang besar, didukung karakter masyarakat yang terbuka dan tangguh, menjadikan wilayah ini bukan sekadar penghasil sumber daya, tetapi juga sumber inspirasi bagi daerah lain di Indonesia.
Kini, ketika dunia mulai berbicara tentang transisi energi dan energi hijau, Sumatera Barat memiliki posisi strategis untuk menjadi bagian dari perubahan itu. Hulu migas bukan akhir, melainkan bagian dari proses menuju kemandirian energi yang berkeadilan.
SKK Migas bersama para mitra di daerah telah memulai langkah penting membangun infrastruktur energi yang tidak hanya efisien, tapi juga inklusif bagi masyarakat.