Tidak ada yang lebih tinggi, tidak ada yang lebih rendah. “Kalau niatnya baik dan terbuka, masyarakat pasti ikut menjaga,” kata seorang penghulu dengan nada penuh keyakinan. Kalimat yang sederhana, tapi bermakna dalam, bahwa kepercayaan adalah energi paling murni dalam pembangunan.
Jika hanya menilai dari laporan keuangan atau data investasi, kita mungkin melihat angka-angka yang mengesankan. Tapi di balik itu ada efek domino yang lebih halus, yakni peningkatan aktivitas ekonomi lokal.
Warung-warung makan tumbuh di sekitar lokasi proyek, usaha kecil mendapat pasokan permintaan baru, dan jalur distribusi antar-nagari menjadi lebih ramai.
Saya juga melihat bagaimana sektor pendidikan dan pelatihan vokasi mulai menyesuaikan kurikulum mereka agar relevan dengan kebutuhan industri energi.
Politeknik Negeri Padang, misalnya, telah bermitra dalam program magang teknis yang didukung oleh SKK Migas. Ini adalah bentuk transfer knowledge yang tak bisa dinilai hanya dengan rupiah, melainkan dengan masa depan generasi muda Sumatera Barat.
Lebih jauh, kehadiran hulu migas turut mendorong kesadaran tentang pentingnya pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan.
Di beberapa daerah, perusahaan migas berkolaborasi dengan komunitas lokal untuk menanam kembali area yang terkena dampak eksplorasi, menggunakan bibit pohon endemik agar tetap menjaga keseimbangan ekosistem. Sebuah langkah kecil, tapi bermakna besar bagi masa depan lingkungan.
Energi Inklusif
Tulisan ini bukan hendak menyanjung, melainkan mengingatkan bahwa energi dalam bentuk apa pun adalah cerminan dari hubungan manusia dengan alam dan dengan sesamanya.