Momen-momen seperti itu memperlihatkan sisi manusiawi dari industri hulu migas, bahwa teknologi dan nilai kemanusiaan bisa berjalan seiring jika ditempatkan pada fondasi yang benar.
Tantangan dan Kesadaran Baru
Tentu saja, tidak semua berjalan mulus. Dalam setiap kegiatan industri besar, selalu ada tantangan, soal tata ruang, keberlanjutan lingkungan dan kesiapan masyarakat menerima perubahan.
Tapi di titik inilah peran pengawasan dan komunikasi menjadi penting. Saya melihat, SKK Migas dan para Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) semakin terbuka dalam menjelaskan proses dan dampaknya kepada warga.
Ada forum-forum komunikasi di tingkat kecamatan, sosialisasi keselamatan hingga pelibatan tokoh adat dalam proses konsultasi.
Kesadaran baru mulai tumbuh bahwa pembangunan tidak harus berjalan berlawanan dengan kearifan lokal. Di Sumatera Barat, di mana falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah masih menjadi pegangan hidup, pendekatan yang menghormati nilai-nilai agama dan sosial jauh lebih diterima daripada sekadar pendekatan teknis.
Saya pernah menyaksikan bagaimana proses konsultasi untuk pembangunan fasilitas pendukung dilakukan di sebuah nagari, suasana rapatnya hangat tapi tegas. Ninik mamak, alim ulama, dan perwakilan perusahaan duduk sejajar di balai adat.