berita

Beda Tekanan Timnas dan Klub, Deni Sulton Akui Beratnya Mengurus Semen Padang FC

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 11:03 WIB
General Manager (GM) PT Kabau Sirah Semen Padang, Deni Sulton. (Foto: Ig Deni Sulton)



Keputusan yang dibuat pada masa krisis, lanjutnya, dapat menimbulkan dampak berantai terhadap keberlangsungan klub. Karena itu, ia merasa harus mempertimbangkan setiap langkah dengan cermat, sekalipun situasi yang dihadapi menuntut penyelesaian dalam waktu singkat.





Tekanan Mengurus Klub Lebih Berat daripada Timnas





Salah satu hal yang menjadi sorotan dalam tulisan Deni adalah perbandingan antara pengalamannya mengurus Timnas Indonesia dan tanggung jawabnya sekarang di Semen Padang FC.





Deni menilai, pekerjaan yang berkaitan dengan Timnas memiliki periode tertentu. Baik ketika menangani administrasi maupun mendampingi tim, terdapat agenda atau kegiatan yang berlangsung dalam rentang waktu tertentu, kemudian disusul masa jeda.





Situasinya berbeda ketika mengelola klub profesional. Menurut dia, pekerjaan harus terus berjalan dari pekan ke pekan dan bulan ke bulan selama kompetisi berlangsung. Berbagai urusan tetap menuntut perhatian, terlepas dari hasil pertandingan maupun kondisi pribadi orang yang bertanggung jawab.





"Pernah di suatu titik gue sampai mikir, ternyata pressure di Timnas dulu belum ada apa-apanya dibanding ngurus klub seperti ini," tulisnya.





Ia kemudian menjelaskan perbedaan mendasar dari kedua pengalaman tersebut.





"Karena di Timnas, baik saat mengurus administrasi maupun mendampingi tim, itu ada periodenya. Ada event, lalu ada jeda istirahat. Sedangkan di klub? Every week, every month, tekanannya konsisten berjalan tanpa jeda," lanjut Deni.





Bagi Deni, kesempatan untuk benar-benar menghela napas mungkin baru datang ketika musim berakhir. Sementara itu, roda pekerjaan di Semen Padang FC masih terus bergerak cepat dan menuntut kesiapan setiap saat.

Halaman:

Tags

Terkini