Melalui tulisannya, Deni mengatakan ingin membagikan sedikit pengalaman tentang kehidupan di balik pengelolaan klub profesional. Ia menegaskan bahwa cerita tersebut bukan untuk meminta dukungan tambahan ataupun sekadar mengeluhkan pekerjaannya.
Baginya, jabatan GM di klub sepak bola profesional merupakan pengalaman baru sekaligus pelajaran terbesar dan ujian terberat dalam hidupnya sejauh ini.
Ketika kondisi fisik dan mental terasa mendekati batas, Deni berusaha menguatkan dirinya dengan keyakinan bahwa Allah tidak memberikan cobaan di luar kemampuan hamba-Nya. Ia juga berupaya mengingatkan dirinya agar tidak menyerah ketika berhadapan dengan situasi sulit.
Di sisi lain, ia menyadari bahwa tuntutan pekerjaan terkadang membuatnya mengabaikan kebutuhan tubuh sendiri. Pertanyaan tentang seberapa besar kecintaannya terhadap sepak bola pun muncul ketika ia melihat betapa keras dirinya menjalani tanggung jawab tersebut.
Meski begitu, Deni tidak ingin memilih jalan untuk melarikan diri dari tugas yang sudah diterimanya. Ia mempertanyakan apakah dirinya harus menyerah ketika orang lain mampu melewati kesulitan serupa.
Pada akhirnya, ia menegaskan keinginannya untuk tetap bertahan dan menyelesaikan tanggung jawab yang telah dimulai. Baginya, tantangan mengelola Semen Padang FC bukan hanya soal hasil pertandingan, tetapi juga kemampuan membangun sistem, menjaga profesionalisme, dan bertahan menghadapi tekanan yang datang tanpa jeda sepanjang musim. (*)