Sumbardaily.com - Sumatera Barat genap berusia 81 tahun pada 1 Oktober 2026. Di usia tersebut, provinsi ini mencatat sejumlah perkembangan dalam pembangunan, mulai dari pertumbuhan ekonomi, penurunan angka kemiskinan dan pengangguran, hingga peningkatan kualitas pembangunan manusia.
Di sisi lain, karakteristik Sumbar sebagai wilayah dengan risiko bencana yang tinggi membuat capaian pembangunan tidak hanya diukur dari pertumbuhan ekonomi. Pemerintah Provinsi Sumbar juga dituntut memperkuat ketangguhan daerah agar masyarakat mampu menghadapi sekaligus memulihkan diri setelah bencana.
Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah mengatakan berbagai capaian pembangunan yang telah diraih harus menjadi dasar untuk memperkuat kebijakan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Menurutnya, pertumbuhan ekonomi tidak semata-mata berbicara mengenai peningkatan angka. Pertumbuhan tersebut harus mampu menciptakan ruang yang lebih luas bagi masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan.
“Kita terus berupaya membangun perekonomian Sumbar yang kuat, sehingga masyarakat dapat merasakan dampaknya dari pertumbuhan ekonomi tersebut,” ujar Mahyeldi di Padang, Kamis (1/10/2026).
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), perekonomian Sumbar pada triwulan II 2026 tumbuh 4,54 persen secara tahunan. Jika dihitung secara kumulatif, pertumbuhan ekonomi Sumbar sepanjang semester I 2026 mencapai 4,77 persen.
Pertumbuhan pada triwulan II 2026 tersebut juga lebih tinggi dibandingkan periode yang sama pada 2025. Pada periode tersebut, ekonomi Sumbar tercatat tumbuh sebesar 3,70 persen.