Pertumbuhan ekonomi dibarengi ketangguhan bencana
Meski sejumlah indikator menunjukkan perkembangan, pembangunan Sumbar menghadapi tantangan lain yang tidak dapat dipisahkan dari kondisi geografis daerah.
Mahyeldi menegaskan pembangunan di Sumbar harus memperhitungkan tingginya risiko bencana. Pengalaman bencana hidrometeorologi yang melanda sejumlah wilayah Sumbar pada penghujung 2025 menjadi salah satu pelajaran penting bagi pemerintah daerah.
Menurutnya, pembangunan ekonomi dan upaya meningkatkan ketangguhan menghadapi bencana harus dilakukan secara bersamaan.
“Sumbar harus terus menjadi daerah yang responsif dalam menghadapi bencana. Karena itu, koordinasi dengan pemerintah kabupaten dan kota, pemerintah pusat, serta seluruh lembaga terkait terus kita perkuat,” katanya.
Penguatan tersebut dilakukan melalui sejumlah langkah. Di antaranya memperkuat sistem penanggulangan bencana, menyusun standar operasional prosedur pada sejumlah klaster kebencanaan, serta meningkatkan koordinasi lintas sektor.
Pemerintah juga memanfaatkan teknologi dalam pemantauan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana.
Bagi Mahyeldi, ketangguhan sebuah daerah tidak hanya ditentukan dari kemampuan melakukan evakuasi dan penanganan ketika bencana terjadi. Tahapan setelah bencana juga menjadi bagian penting dalam memastikan masyarakat dapat kembali menjalankan kehidupannya.