Sejumlah sektor yang disebut antara lain pertanian, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), pariwisata, industri pengolahan, ekonomi kreatif, serta perdagangan.
Arah tersebut diharapkan dapat membuat pertumbuhan ekonomi tidak berhenti pada capaian statistik, tetapi juga dirasakan melalui kesempatan ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.
Mahyeldi juga menekankan pentingnya menerjemahkan nilai perjuangan yang menjadi bagian dari perjalanan Sumbar ke dalam agenda pembangunan masa kini.
“Memaknai nilai perjuangan masa lalu harus kita terjemahkan dalam peningkatan kualitas pendidikan, penguatan ekonomi, perlindungan lingkungan, serta percepatan transformasi digital,” ujarnya.
Dalam momentum Hari Jadi Sumbar ke-81, Mahyeldi turut menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Presiden dan Wakil Presiden RI, para tokoh, para pejuang masa lalu dan masa kini, serta generasi muda yang terus berkontribusi menjaga nama baik Sumatera Barat.
“Terima kasih kepada Bapak Presiden RI, Wakil Presiden RI, seluruh tokoh, para pejuang masa lalu dan sekarang, serta generasi muda yang selalu berjuang dan bangga atas keberadaan Sumatera Barat di pentas nasional dan global, baik yang berada di rantau maupun di Ranah Minang,” ungkapnya.
Menurut Mahyeldi, peringatan Hari Jadi Sumbar ke-81 tidak semestinya hanya menjadi momentum untuk mengenang perjalanan sejarah. Peringatan tersebut juga menjadi kesempatan untuk melihat kembali capaian pembangunan sekaligus memperkuat langkah menghadapi tantangan berikutnya.