Erianjoni juga berpendapat bahwa peristiwa tersebut perlu dilihat secara lebih luas dan tidak semata-mata dianggap sebagai kejadian yang berlangsung secara tiba-tiba.
Ia mengatakan tidak menutup kemungkinan tindakan serupa pernah dilakukan sebelumnya, tetapi tidak diketahui karena belum ada rekaman yang beredar atau diketahui publik.
Menurutnya, pemeriksaan perlu menggali apakah rekaman tersebut hanya merekam satu kejadian atau terdapat fakta lain yang berkaitan dengan hubungan kedua pihak sebelumnya.
Pada saat yang sama, Erianjoni meminta dugaan tersebut tidak langsung dianggap sebagai fakta sebelum terdapat hasil pemeriksaan yang dapat membuktikannya.
Citra Pemprov Sumbar
Erianjoni menilai kasus tersebut juga berdampak terhadap citra Pemprov Sumbar, terlebih karena menyangkut aparatur dan berlangsung di lingkungan pemerintahan.
Ia mengatakan persoalan tersebut membuat Gubernur Sumbar, Mahyeldi berada dalam posisi yang sulit. Menurut Erianjoni, kasus itu menjadi perhatian khalayak luas karena Mahyeldi dikenal sebagai sosok yang religius.