Menurut Erianjoni, Tim Ad Hoc seharusnya tidak hanya memeriksa orang yang terdapat dalam rekaman. Asal-usul CCTV, pihak yang memasang, hingga bagaimana video tersebut dapat tersebar juga perlu ditelusuri.
Ia menilai keberadaan CCTV portabel di ruang kerja tersebut menimbulkan pertanyaan yang harus dijawab melalui pemeriksaan, terutama karena ruangan tersebut bukan tempat yang bisa dimasuki sembarang orang.
Erianjoni juga melihat adanya aspek relasi kuasa yang perlu diperhatikan karena CM atau Cerry dan D merupakan atasan dan bawahan dalam satu unit kerja.
Menurutnya, hubungan seperti itu dapat terbentuk ketika bawahan memiliki loyalitas, rasa hormat, atau kedekatan yang kuat terhadap atasan.
Dalam kondisi tertentu, loyalitas tersebut bahkan dapat membuat seorang bawahan bersedia menjaga atau “pasang badan” untuk atasannya.
Ia juga menilai kondisi keluarga masing-masing pihak dapat menjadi salah satu faktor sosial yang perlu dilihat.
Menurut Erianjoni, persoalan yang terjadi dalam keluarga, baik dengan suami maupun istri, bisa saja membuka celah terjadinya hubungan yang kemudian berkembang menjadi persoalan seperti yang mencuat saat ini.
Namun, pandangan mengenai persoalan keluarga dan relasi tersebut merupakan analisis sosial Erianjoni dan bukan kesimpulan resmi mengenai kondisi pribadi Cerry maupun D.