Sumbardaily.com – Sampah dapur rumah tangga tidak lagi sekadar berakhir di tempat pembuangan akhir. Di Kelurahan Cipinang Cempedak, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur, warga mulai mengolah sampah organik langsung dari lingkungan permukiman melalui 40 lubang biopori jumbo yang dibangun bersama empat BUMN.
Program tersebut digagas PT Hutama Karya (Persero) bersama PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, PT Brantas Abipraya (Persero), dan Perum Perumnas. Keempat BUMN itu membangun 40 titik resapan biopori jumbo pada Kamis (20/8/2026) sebagai bagian dari aksi pengelolaan sampah berbasis warga.
Tak hanya ditujukan untuk mengurangi sampah organik rumah tangga yang dikirim ke tempat pemrosesan akhir (TPA), fasilitas tersebut juga dirancang untuk meningkatkan kemampuan tanah menyerap air di kawasan permukiman yang padat. Dalam jangka panjang, pengelolaan organik melalui biopori diharapkan dapat meningkatkan kesuburan tanah sekaligus menambah cadangan air tanah.
Program ini sekaligus menjadi bentuk dukungan konsorsium BUMN terhadap Instruksi Gubernur DKI Jakarta Nomor 5 Tahun 2026 tentang Gerakan Pemilahan dan Pengolahan Sampah dari Sumber.
Melalui aturan tersebut, masyarakat diwajibkan memilah sampah rumah tangga berdasarkan empat kategori, yakni sampah organik, anorganik, bahan berbahaya dan beracun (B3), serta residu. Ketentuan itu mulai ditegakkan sejak 1 Agustus 2026. Sejak saat itu, sampah yang belum dipilah tidak lagi diperbolehkan dibuang ke tempat penampungan sementara.
40 Biopori Bisa Alihkan 400 Kg Sampah Organik per Hari
Plt. Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Hamdani, mengatakan pembangunan biopori jumbo tersebut menjadi salah satu bentuk penerapan prinsip keberlanjutan atau Environmental, Social, and Governance (ESG) di lingkungan BUMN.
Menurutnya, setiap lubang biopori jumbo memiliki kapasitas untuk menampung sekitar 5–10 kilogram sampah organik rumah tangga. Dengan jumlah 40 titik yang dibangun di Cipinang Cempedak, kapasitas pengolahan sampah organik diperkirakan mencapai 200–400 kilogram per hari.