Hutama Karya dan 3 BUMN Bangun 40 Biopori Jumbo, Bisa Olah 400 Kg Sampah per Hari

Photo Author
Administrator, Sumbardaily.com
- Senin, 24 Agustus 2026 | 23:53 WIB



“Satu titik biopori jumbo mampu menampung sampah organik dari 5–10 kilogram sampah organik rumah tangga. Dengan 40 titik resapan biopori, kami memperkirakan sebanyak 200–400 kilogram sampah dapur ataupun sampah organik per hari tidak lagi dikirim ke TPA Bantargebang, sekaligus mengurangi genangan air saat hujan deras,” ujar Hamdani, dikutip Senin (24/8/2026).





Dengan demikian, program tersebut tidak hanya menyasar persoalan timbulan sampah, tetapi juga persoalan daya serap air di lingkungan permukiman. Sampah organik yang sebelumnya berpotensi menambah beban TPA Bantargebang diarahkan untuk diolah di tingkat warga.





Warga Diajari Kelola Sampah hingga Panen Kompos





Pengelolaan biopori di Cipinang Cempedak tidak berhenti pada pembangunan lubang resapan. Konsorsium BUMN juga menerapkan pendekatan edukatif agar warga memahami proses pemilahan, pengolahan, hingga pemanfaatan kembali sampah organik rumah tangga.





Pendampingan dimulai dari sosialisasi mengenai pemilahan sampah dapur dan daun kering. Warga kemudian mendapatkan pelatihan membuat lubang berdiameter 60–100 sentimeter dengan kedalaman 80–100 sentimeter. Lubang tersebut diperkuat menggunakan buis beton sebelum diisi material organik.





Warga juga diberikan pengetahuan mengenai tata cara memanen kompos secara mandiri. Dengan metode biokonversi, limbah organik rumah tangga diurai oleh mikroorganisme yang berada di dalam tanah.





Proses tersebut menghasilkan dua manfaat sekaligus. Material organik yang masuk ke lubang terurai menjadi kompos yang dapat dimanfaatkan sebagai pupuk alami. Pada saat bersamaan, proses penguraian tersebut membentuk pori-pori resapan air baru di dalam tanah.





Dengan konsep itu, satu fasilitas dapat berfungsi sebagai sarana pengolahan sampah sekaligus mendukung pengelolaan air di kawasan permukiman.





Menjangkau Sekitar 50 Kepala Keluarga





Sebanyak 40 titik biopori jumbo tersebut ditempatkan di berbagai lokasi di Kelurahan Cipinang Cempedak. Sebarannya mencakup dua RT dalam satu RW, lingkungan sekolah, hingga sejumlah area fasilitas umum.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Administrator

Tags

Rekomendasi

Terkini

X