Program tersebut menjangkau sekitar 50 kepala keluarga. Untuk mendukung keberlanjutan pengelolaan, konsorsium BUMN juga menyerahkan satu unit mesin bor biopori beserta paket material pendukung.
Tidak hanya memberikan sarana, konsorsium juga menurunkan tim untuk melakukan pendampingan dan pemantauan secara berkala. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan proses penyerapan air dan produksi kompos dapat berjalan secara optimal.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Camat Jatinegara, Lurah Cipinang Cempedak, serta Tim Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Timur.
Intervensi berbasis lingkungan ini diharapkan memberikan dampak langsung bagi kawasan permukiman, mulai dari peningkatan cadangan air tanah hingga pengurangan genangan ketika hujan lebat.
Program itu juga diharapkan ikut mengurangi beban timbulan sampah di Jakarta yang mencapai sekitar 7.500–8.000 ton setiap hari.
Lurah Sambut Positif Kolaborasi BUMN
Lurah Cipinang Cempedak, Rico Eka Putra Rifai, menyambut positif keterlibatan empat BUMN dalam program pengelolaan sampah dan resapan air tersebut.
Menurut Rico, dukungan yang diberikan tidak hanya berupa pembangunan sarana, tetapi juga mencakup alat, material, serta pendampingan kepada warga. Hal itu dinilai membantu masyarakat menjalankan kewajiban pemilahan sampah sekaligus menjaga kebersihan lingkungan.