Sumbardaily.com – Penantian panjang masyarakat Nagari Lubuk Besar dan Nagari Alahan Nan Tigo, Kecamatan Asam Jujuhan, akhirnya mulai menemukan titik terang. Setelah sekitar 20 tahun menunggu perbaikan akses utama yang selama ini menjadi kendala mobilitas warga, pembangunan Jalan Bukit Hujan resmi dimulai melalui kolaborasi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dharmasraya dengan PT TKA melalui program Corporate Social Responsibility (CSR).
Bagi masyarakat di dua nagari tersebut, Jalan Bukit Hujan bukan sekadar ruas penghubung antardaerah. Jalan itu menjadi simbol perjuangan panjang menghadapi keterbatasan akses, terutama ketika musim hujan tiba. Kondisi jalan tanah dengan dua tanjakan yang memiliki kemiringan ekstrem selama bertahun-tahun membuat perjalanan menjadi penuh risiko.
Saat hujan mengguyur kawasan tersebut, badan jalan berubah menjadi kubangan lumpur yang licin. Kendaraan kerap kehilangan traksi sehingga tidak mampu melewati tanjakan. Ban kendaraan hanya berputar di tempat, sementara pengendara harus berjuang melewati jalan berlumpur demi mencapai tujuan.
Kondisi itu memaksa banyak warga menggunakan jalur alternatif yang melintasi kawasan milik perusahaan. Meski dapat dilalui, jalur tersebut memiliki jarak yang jauh lebih panjang dengan waktu tempuh sekitar satu setengah jam. Bagi masyarakat pedesaan, tambahan waktu perjalanan tersebut sangat memengaruhi aktivitas sehari-hari.
Kini, harapan baru mulai hadir setelah pembangunan Jalan Bukit Hujan mulai dilaksanakan.
Pekerjaan dilakukan pada ruas sepanjang 1.769 meter yang tersebar di enam titik prioritas. Dalam prosesnya, alat berat diterjunkan untuk membelah bukit, memperlebar badan jalan, sekaligus mengurangi tingkat kemiringan tanjakan yang selama ini menjadi hambatan utama bagi kendaraan.
Setelah tahap pembentukan badan jalan selesai, pembangunan akan berlanjut dengan pengerasan jalan serta pembangunan rigid beton pada tiga titik tanjakan yang memiliki kondisi paling ekstrem.