Kerentanan anak terhadap asap karhutla tidak hanya disebabkan sistem kekebalan tubuh yang belum berkembang sempurna. Diameter saluran napas mereka lebih kecil, frekuensi pernapasan lebih cepat, dan mereka lebih sering bernapas melalui mulut.
Anak-anak juga cenderung lebih banyak melakukan aktivitas di luar ruangan. Pada saat yang sama, polutan di udara dapat memberikan paparan lebih besar pada ketinggian tubuh anak, termasuk ketika mereka berada di dekat lantai atau menggunakan kereta dorong bayi.
Selain itu, ventilasi per kilogram berat badan anak lebih tinggi dibandingkan orang dewasa. Kondisi tersebut membuat jumlah polutan yang masuk ke tubuh anak dapat menjadi lebih besar ketika mereka menghirup udara tercemar.
Siapkan Ruang Aman
Sekretaris Satgas Siaga Bencana IDAI, Dimas Dwi Saputro memaparkan sejumlah langkah mitigasi yang dapat dilakukan keluarga untuk mengurangi risiko paparan asap karhutla.
Masyarakat dianjurkan membatasi aktivitas anak di luar ruangan dan menyediakan ruang dengan udara lebih bersih di dalam rumah.
Upaya yang dapat dilakukan meliputi menutup jendela dan pintu, menggunakan exhaust fan, memasang tirai basah, serta menyediakan akuarium.