Kualitas Udara di Sumatera, Kalimantan, dan Papua Dipantau
Selain memantau perkembangan kebakaran, pemerintah terus mengawasi kualitas udara melalui pengukuran konsentrasi PM2,5. Pemantauan ini dilakukan untuk memperhatikan potensi dampak asap terhadap kesehatan masyarakat.
Berdasarkan pantauan terkini, sebagian wilayah Indonesia berada dalam kategori kualitas udara baik hingga sedang. Namun, sejumlah kawasan di Sumatera, Kalimantan, dan Papua masih mengalami kondisi udara tidak sehat hingga sangat tidak sehat.
Di beberapa lokasi di Kalimantan dan Papua, kualitas udara bahkan masih menunjukkan kantong dengan kategori berbahaya. Pemerintah terus mengikuti perkembangan konsentrasi partikulat dan sebaran asap karena kondisinya dapat berubah mengikuti aktivitas kebakaran, arah serta kecepatan angin, dan dinamika atmosfer lainnya.
Masyarakat di daerah terdampak diminta mengikuti informasi resmi mengenai kualitas udara serta arahan pemerintah daerah. Jika kondisi udara memburuk, warga disarankan mengurangi aktivitas di luar ruangan dan memakai masker apabila harus beraktivitas di luar rumah.
Perhatian khusus perlu diberikan kepada anak-anak, ibu hamil, lanjut usia, serta masyarakat yang memiliki gangguan pernapasan atau penyakit kronis. Kelompok tersebut perlu lebih waspada ketika konsentrasi partikulat di udara meningkat.
Kemenhut Tangani 272 Satwa Terdampak di Kalimantan
Upaya pengendalian karhutla juga mencakup perlindungan satwa liar yang terdampak kebakaran maupun gangguan habitat. Kemenhut terus melakukan penyelamatan dan penanganan satwa di sejumlah wilayah Kalimantan.
Berdasarkan rekapitulasi terakhir, sedikitnya 272 individu satwa telah mendapatkan penanganan. Tindakan tersebut mencakup penyelamatan atau evakuasi, translokasi, rehabilitasi, hingga penggiringan satwa menuju habitat yang lebih aman sesuai kondisi di lapangan.