Hotspot Karhutla Sumatera Masih Tinggi, Sumsel Catat 107 Titik Panas

Photo Author
Administrator, Sumbardaily.com
- Minggu, 11 Oktober 2026 | 17:06 WIB
Petugas berusaha memadamkan api karhutla. (Foto: Kemenhut)
Petugas berusaha memadamkan api karhutla. (Foto: Kemenhut)



Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerja Sama Luar Negeri Kemenhut, Ristianto Pribadi, menyampaikan bahwa perubahan jumlah hotspot menjadi bagian dari pemantauan yang terus dilakukan untuk menentukan langkah penanganan karhutla sesuai kondisi di lapangan.





"Perubahan hotspot dari hari ke hari menunjukkan bahwa kondisi karhutla bersifat dinamis. Penurunan di satu wilayah dapat terjadi bersamaan dengan peningkatan di wilayah lain," demikian keterangan Kemenhut yang disampaikan dengan penanggung jawab berita Ristianto Pribadi, dikutip Minggu (11/10/2026).





Hotspot Bukan Berarti Jumlah Kebakaran





Kemenhut mengingatkan bahwa data hotspot tidak bisa langsung diterjemahkan sebagai jumlah kejadian kebakaran ataupun luas lahan yang terbakar. Hotspot merupakan indikasi anomali suhu permukaan yang terdeteksi oleh satelit.





Satu kejadian kebakaran dapat menghasilkan beberapa titik panas dalam pemantauan. Karena itu, setiap indikasi perlu diperiksa melalui groundcheck atau pengecekan langsung untuk memastikan kondisi sebenarnya, sekaligus menentukan tindakan yang diperlukan.





Pengendalian karhutla dilakukan secara terpadu oleh Manggala Agni Kemenhut bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), TNI, Polri, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), pemerintah daerah, masyarakat, relawan, dunia usaha, serta pihak terkait lainnya.





Pemerintah juga menyiagakan 61 unit armada udara untuk mendukung operasi pengendalian. Sebanyak 17 unit digunakan untuk patroli dan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC), sedangkan 44 unit lainnya disiapkan untuk operasi water bombing atau pemadaman melalui pengeboman air dari udara.





Operasi udara tersebut berjalan bersamaan dengan penanganan di darat. Kegiatan yang dilakukan meliputi patroli, pemeriksaan titik panas, pemadaman langsung, penyekatan penjalaran api, pembasahan, mopping up, serta pendinginan lokasi kebakaran.





Kawasan gambut menjadi salah satu area yang mendapat perhatian khusus. Bara api dapat bertahan dan menjalar di bawah permukaan tanah meskipun kobaran api di permukaan sudah tidak terlihat. Oleh sebab itu, pembasahan dan pendinginan harus dilakukan hingga lokasi dipastikan aman agar api tidak kembali menyala.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.
Halaman:

Editor: Administrator

Tags

Rekomendasi

Terkini

X