Bangunan Stasiun Duku kini memadukan fungsi transportasi modern dengan identitas budaya Minangkabau. Bentuk atap gonjong menjadi salah satu ciri yang menonjol.
Elemen tersebut membuat bangunan stasiun tetap memiliki karakter lokal di tengah perkembangan sistem transportasi yang semakin modern.
Perubahan fungsi dan peran Stasiun Duku juga semakin terasa setelah jalur kereta api menuju Bandara Internasional Minangkabau mulai dioperasikan pada 2018.
Kehadiran layanan tersebut memperkuat posisi kawasan Duku sebagai salah satu titik penting dalam konektivitas masyarakat menuju bandara.
Setahun kemudian, tepatnya 22 Maret 2019, KA Lembah Anai mulai melayani perjalanan dengan berhenti di Stasiun Duku. Layanan tersebut melengkapi KA Pariaman Ekspres yang sebelumnya telah melayani masyarakat.
Salah satu posisi strategis Stasiun Duku terletak pada cakupan pelayanannya. Stasiun tersebut melayani aktivitas naik dan turun penumpang pada seluruh layanan kereta api penumpang yang beroperasi di wilayah KAI Divre II Sumatera Barat.
Dengan cakupan itu, Stasiun Duku menjadi bagian penting dari perjalanan masyarakat untuk berbagai keperluan. Pelajar dan mahasiswa dapat memanfaatkannya untuk menunjang aktivitas pendidikan.
Pekerja menggunakannya untuk perjalanan rutin, sementara pedagang dan wisatawan juga menjadi bagian dari pergerakan penumpang yang berlangsung.